Sejarah

Program Studi Hubungan Internasional pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Cenderawasih, merupakan salah satu dari sembilan (9) program studi yang diselenggarakan di lingkungan fakultas tersebut. Program studi ini didirikan pada tahun 2008 dan secara resmi memperoleh izin operasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 51/E/O/2011, tertanggal 23 Maret 2011, sebagai landasan legal dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang hubungan internasional.

Pendirian Program Studi ini didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis, baik secara akademik maupun kontekstual. Secara akademik, keberadaan program studi ini diarahkan untuk memperkuat dan mengembangkan kajian ilmu politik dan hubungan internasional sebagai bagian integral dari rumpun ilmu sosial dan ilmu politik di Universitas Cenderawasih. Secara geopolitik, posisi Papua sebagai kawasan strategis di wilayah Pasifik, yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini serta memiliki kedekatan dengan negara-negara Pasifik lainnya, termasuk Australia dan Selandia Baru, menjadikan studi hubungan internasional semakin relevan untuk dikembangkan, khususnya bagi masyarakat Papua. Selain itu, dinamika globalisasi yang terus berkembang turut mendorong kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman komprehensif terhadap isu-isu global, kebijakan luar negeri, dan interaksi antarnegara.

Sejak awal penyelenggaraannya, Program Studi Hubungan Internasional menunjukkan tingkat daya tarik yang tinggi di kalangan lulusan SMA atau sederajat. Hal ini didukung oleh kurikulum yang dirancang responsif terhadap perkembangan global, serta penguatan tiga bidang peminatan utama, yaitu keamanan internasional, masyarakat transnasional, serta ekonomi dan politik internasional. Dari sisi sumber daya manusia, program studi ini mengalami perkembangan yang signifikan. Pada tahap awal, kegiatan akademik didukung oleh lima (5) tenaga pengajar dengan latar belakang pendidikan hubungan internasional dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Saat ini, Program Studi Hubungan Internasional didukung oleh 17 dosen tetap dengan kualifikasi akademik yang terus meningkat, meliputi dua (2) dosen bergelar doktor, lima (5) dosen yang sedang menempuh studi doktoral di dalam dan luar negeri, serta dosen lainnya bergelar magister. Perkembangan ini mencerminkan komitmen program studi dalam meningkatkan kapasitas akademik dan kualitas penyelenggaraan pendidikan secara berkelanjutan.